CURAHAN HATI AMIH
Nama saya Irma,saya seorang ibu rumah tangga dengan satu anak perempuan,sudah tiga tahun kami menjalani rumah tangga bersama suami,pahit,manis,susah dan senang kami lalui bersama,rumah tangga kami sampai sekarang pun alhamdulilah harmonis mudah2han sampai akhir hayat pun akan tetap harmonis,amin.Walaupun kadang cobaan dan godaan2 yang terkadang menghampiri tetapi tetap dengan didasari kesetiaan dan kepercayaan yang kami pegang yang takkan merobohkan cinta kami berdua.
Hidup kami bisa dibilang berkecukupan,Suamiku seorang guru sedangkan aku hanya ibu rumah tangga yang setiap harinya mengandalkan gaji suami,Banyak impian2 kami yang belum terpenuhi,salah satunya adalah ingin punya rumah sendiri karna selama tiga tahun ini kami masih menumpang di rumah orang tua,dan masih banyak impian2 lain yang belum terpenuhi.Tetapi walaupun begitu saya merasa bersyukur karna saya masih mempunyai keluarga yang utuh,suami yang baik dan setia dan putri yang cantik,bukankah harta yang paling berharga itu adalah keluarga?dan istana yang paling indah adalah rumah kita sendiri?Walaupun belum punya istana setidaknya punya keluarga yang insyaallah samawa (Sakinah,Mawadah,dan Warohmah),Amin.
Sebenarnya saya ingin sekali seperti istri2 lain yang membantu suaminya mencari uang,tetapi apa daya,jaman sekarang cari kerja itu gak gampang,yang sudah sarjana saja banyak yang masih pontang panting mencari pekerjaan gak dapat2 apalagi saya yang hanya lulusan SLTA.Awal bulan maret saya pernah coba ikut bisnis online satu produk,karna saya fikir saya mungkin bisa dengan bisnis ini,tp apa kenyataannya?sampai sekarangpun tidak ada kemajuan dengan bisnisku.
Kadang saya suka mengeluh,apa yang harus saya lakukan?harus kemana aku melangkah?disitu kadang saya merasa sedih.apa2 yang saya lakukan hasilnya nihil gak ada yang memuaskan,mungkin aku emang gak berbakat untuk berbisnis atau apalah yang mengenai tentang peruangan,tapi aku keukeuh ingin bisa dapat penghasilan sendiri,tapi bagaimana caranya?akh,,,,,,,,sudahlah hidup itu memang perih,tetapi patut kita syukuri.
Langganan:
Postingan (Atom)






