Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label AMIH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AMIH. Tampilkan semua postingan

AWAL PERTEMUAN

Di awal pertemuan dengan suami dimulai dari ayah ku.  Ayahku mempunyai satu lembaga yang di dalamnya cukup banyak anak- anak , lembaga ayah bisa di bilang Yayasan, Asrama, atau juga pesantren paling tepatnya, yang didalamnya terdapat kegiatan- kegiatan terutama kegiatan mengkaji ilmu agama. Sekitar tahun 2005 ayah ku melanjutkan untuk kuliah di salah satu universitas, kebetulan suami ku juga kuliah di sana cuma suamiku sudah lebih dulu dibandingkan ayah ku, suamiku masuk kuliah sekitar tahun 2003. Entah semester berapa aku gak tau, tau- tau ayah udah dekat dengan suamiku. Suami bilang sih katanya ayah itu setiap istirahat suka pergi ke kantin untuk beli kopi, dan kebetulan yang suka ngopi juga seperti ayah itu suamiku,jadi setiap hari suka ketemu di kantin, dan akhirnya kenal terus ngobrol- ngobrol biasa. Hari demi hari, tahun demi tahun telah terlewati, keakraban ayah dan suami ku semakin erat,sudah seperti ayah dan anak. Pas ayahku menjelang akhir kuliahnya, suamiku melanjutkan S2 disana, ayah mulai bicara serius pada suamiku, suamiku di ajak ayah untuk membantu mengurus anak- anak di lembaga ayah, karna ayah yakin suamiku adalah orang yang tepat yang dipilih ayah, karna ayah bilang ayah ingin sekali mendirikan sekolah di dalamnya agar anak- anak bisa sekolah walaupun anak tak mampu pun bisa sekolah. Tanpa berfikir panjang suamiku langsung menyetujuinya.Dari kecil suamiku memang di bilang mandiri, sudah bisa mencari uang sendiri, dari kelas 4 SD dia tinggal sama bibinya, sampai kuliah pun masih tinggal sama bibinya,untuk biaya hidupnya, dia cari sendiri kadang di kasih orang tuanya,suamiku anak pertama dari 5 bersaudara,ayah nya seorang guru ibunya pun sama,ayah suamiku mendidik anak- anaknya untuk disiplin, mandiri, dan gak manja, maka dari itu suamiku tumbuh menjadi orang yang mandiri dan bertanggung jawab sampai sekarang.Singkat cerita suamiku sudah berada di asrama,dimana aku dan keluarga juga tinggal disana,asrama ayah berdekatan dengan rumah. waktu itu aku tak berada di rumah karna aku lagi mondok di sebuah pesantren yang cukup jauh dari rumah. waktu suamiku sudah berada di rumah aku sudah cukup lama mondok di pesantren nya,kurang lebih 2 tahunan.Waktu terus berjalan ,alhamdulilah gak sampai setahun suamiku sudah bisa mendirikan satu sekolah yaitu MTs.

x

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CURAHAN HATI AMIH

Nama saya Irma,saya seorang ibu rumah tangga dengan satu anak perempuan,sudah tiga tahun kami menjalani rumah tangga bersama suami,pahit,manis,susah dan senang kami lalui bersama,rumah tangga kami sampai sekarang pun alhamdulilah harmonis mudah2han sampai akhir hayat pun akan tetap harmonis,amin.Walaupun kadang cobaan dan godaan2 yang terkadang menghampiri tetapi tetap dengan didasari kesetiaan dan kepercayaan yang kami pegang yang takkan merobohkan cinta kami berdua.
Hidup kami bisa dibilang berkecukupan,Suamiku seorang guru sedangkan aku hanya ibu rumah tangga yang setiap harinya mengandalkan gaji suami,Banyak impian2 kami yang belum terpenuhi,salah satunya adalah ingin punya rumah sendiri karna selama tiga tahun ini kami masih menumpang di rumah orang tua,dan masih banyak impian2 lain yang belum terpenuhi.Tetapi walaupun begitu saya merasa bersyukur karna saya masih mempunyai keluarga yang utuh,suami yang baik dan setia dan putri yang cantik,bukankah harta yang paling berharga itu adalah keluarga?dan istana yang paling indah adalah rumah kita sendiri?Walaupun belum punya istana setidaknya punya keluarga yang insyaallah samawa (Sakinah,Mawadah,dan Warohmah),Amin.
Sebenarnya saya ingin sekali seperti istri2 lain yang membantu suaminya mencari uang,tetapi apa daya,jaman sekarang cari kerja itu gak gampang,yang sudah sarjana saja banyak yang masih pontang panting mencari pekerjaan gak dapat2 apalagi saya yang hanya lulusan SLTA.Awal bulan maret saya pernah coba ikut bisnis online satu produk,karna saya fikir saya mungkin bisa dengan bisnis ini,tp apa kenyataannya?sampai sekarangpun tidak ada kemajuan dengan bisnisku.
Kadang saya suka mengeluh,apa yang harus saya lakukan?harus kemana aku melangkah?disitu kadang saya merasa sedih.apa2 yang saya lakukan hasilnya nihil gak ada yang memuaskan,mungkin aku emang gak berbakat untuk berbisnis atau apalah yang mengenai tentang peruangan,tapi aku keukeuh ingin bisa dapat penghasilan sendiri,tapi bagaimana caranya?akh,,,,,,,,sudahlah hidup itu memang perih,tetapi patut kita syukuri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS